Cara Membuat Website Dinamis Yang Paling Sederhana

Website dinamis ini diperuntukkan bagi situs informasi. Tetapi, ada sebagian toko online yang menggunakannya. Tujuannya ialah memperkaya konten sehingga kunjungan ke dalam situs semakin besar. Lalu, bagaimana cara membuat website dinamis tersebut?

Waktu pengerjaan website ini biasanya memakan waktu. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pengaturan yang harus dikerjakan oleh pembuatnya. Tujuannya ialah menghasilkan tampilan yang dinamis sehingga user semakin nyaman untuk menjelajahi isi situs.

Lalu, apakah pembuatannya bisa dilakukan oleh pemula? Tentu saja bisa. Anda hanya perlu memanfaatkan platform wordpress. Langkah awalnya, beli domain dan hosting. Provider hosting Indonesia akan memberikan akses ke CPanel untuk memuluskan keinginan Anda.

Apa Itu Website Dinamis?

Dalam dunia website, ada dua teknologi yang dikenal oleh praktisinya. Yakni website dinamis dan statis.

Website dinamis dipahami sebagai sebuah situs yang tersusun oleh konten hingga layout yang kaya akan informasi. Sederhananya, informasinya lebih banyak dan bisa berubah setiap waktu di halaman utamanya.

Sementara website statis, informasinya tidak pernah berubah. Users hanya akan melihat tampilan informasi itu saja setiap kali membuka halaman utama. Bila diibaratkan, ini tidak ubahnya sebagai brosur yang ditampilkan dalam internet.

Website dinamis ini akan selalu menyajikan informasi up to date. Selama pemilik situs rajin dalam mengunggah konten, maka tampilan halaman utama akan berubah. Dan ini akan memudahkan visitor dalam menemukan konten berbeda setiap saat.

Kelebihan Dan Kekurangan Website Dinamis

Hampir kebanyakan situs mengusung konsep dinamis. Alasannya ialah untuk menjaga loyalitas kunjungan. Begitu pula mendukung pertumbuhan situs sehingga situs akan populer di internet.

Perlu diketahui bahwa website ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Ini yang harus dipahami sebelum memutuskan untuk mengambil konsep tersebut.

  1. Kelebihan Website Dinamis

Kelebihan website yang paling utama terletak pada tampilannya. Tampilannya jauh lebih menarik. Membuat visitor bertahan lebih lama di dalam situs.

Selain itu, informasi yang disimpan jauh lebih banyak. Kebanyakan, pemilik website ini akan rajin dalam menerbitkan konten. Konten ini diharapkan bisa memberikan value bagi users.

Informasi yang diberikan semakin lengkap. Membuat user semakin penasaran untuk terus menjelajahinya. Dengan begitu, rata-rata kunjungan dalam situs akan cukup lama.

Lamanya visitor di dalam situs akan berpengaruh pada pertumbuhan website. Mesin pencari akan memberikan nilai bagus bagi situs. Pada akhirnya, ini akan mempengaruhi peringkatnya.

  1. Kekurangan Website Dinamis

Yang perlu diingat ialah setiap teknologi selalu memiliki sisi kelemahan. Tidak terkecuali dengan website dinamis.

Kekurangannya terletak pada banyaknya konten. Banyaknya informasi ini membuat mesin pencari kesulitan untuk merayapinya. Tentunya bila Anda tidak memberikan informasi mengenai peta situs yang tepat.

Tetapi bila Anda mampu mengatur konten dengan baik, mesin pencari bisa merayapi dengan baik. Ketika situs dirayapi tanpa masalah, situs akan mudah naik di halaman pencarian Google.

Cara Membuat Website Dinamis Di WordPress

Cara membuat website dinamis sebenarnya tidaklah sulit. Anda hanya perlu memanfaatkan platform wordpress. Platform ini bisa digunakan dengan mudah setelah membeli hosting di provider.

Caranya sangat mudah. Anda cukup akses CPanel yang diberikan oleh penyedia hosting. Lantas, pilih instalasi wordpress di dalamnya.

Isi seluruh informasi yang tertera dalam kolom pembuatan. Di antaranya adalah nama situs, pembuatan username dan password dan lain sebagainya. Setelah itu, Anda tinggal menekan instalasi dan tunggu hingga selesai.

Langkah selanjutnya ialah dengan masuk ke dashboard admin. Anda cukup mengetik nama situs anda/wp-admin di browser. Kemudian login terlebih dahulu dengan username dan password yang telah dibuat.

Setelah memasukinya, gantilah theme wordpress. Anda bisa menggantinya dengan saran theme gratis di dalam dashboard. Atau, Anda juga bisa mengunggah theme yang telah Anda beli sebelumnya.

Kemudian, masukkan sejumlah plugin yang diperlukan. Contohnya ialah Yoast SEO hingga plugin yang mendukung tujuan pembuatan situs.

Selain itu, buatlah beberapa halaman. Di antaranya ialah privacy policy, halaman kontak dan lain sebagainya. Sisanya menyesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Jika sudah, Anda tinggal mengisi website dengan artikel. Artikel ini akan tampil di halaman utama. Semakin banyak artikel yang dibuat, maka tampilan artikel di dalam halaman utama akan berubah-ubah.

Perubahan daftar informasi dalam satu halaman inilah yang nantinya menggambarkan pada dinamisnya sebuah website. Jika user mengakses ke halaman utama, user akan menemukan informasi terbaru.

Intinya, kebanyakan instalasi wordpress akan menghasilkan tampilan dinamis. Jadi, Anda yang mencari cara membuat website dinamis ini, cukup install wordpress.